Tidak hanya mendukung ekspor barang dan jasa ke pasar potensial, PKE Kawasan juga menjadi instrumen Indonesia Eximbank dalam menjalankan peran diplomasi ekonomi melalui pembiayaan strategis di sektor-sektor unggulan nasional. Hingga Mei 2025, pembiayaan PKE Kawasan telah menembus lebih dari 30 persen negara di kawasan Afrika dengan akumulasi nilai pembiayaan di kawasan Afrika sebesar Rp5,15 triliun. Proyek yang didukung termasuk ekspor pesawat CN-235 ke Senegal, jasa survei geoteknik ke Kongo, dan produk semen di kawasan tersebut.
Komoditas utama yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke kawasan Afrika pada tahun 2024 mencerminkan kekuatan sektor-sektor strategis nasional. Komoditas lemak dan minyak nabati/hewan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 50,1 persen dari total ekspor Indonesia ke Afrika, atau setara dengan nilai sekitar USD 3,2 miliar menjadikannya komoditas ekspor terbesar ke kawasan tersebut. Disusul oleh kertas dan karton dengan nilai ekspor sebesar USD 328 juta (5,2 persen), serta kendaraan dan aksesoris yang menyumbang sekitar USD 295 juta (4,7 persen). Angka ini menegaskan potensi besar Afrika sebagai pasar ekspor yang terus tumbuh dan layak diprioritaskan dalam strategi perdagangan luar negeri Indonesia.

