Sebelum peristiwa itu terjadi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur wilayah Kecamatan Panggul selama tiga hari berturut-turut, atau sejak Jumat (27/6) malam hingga Minggu (29/6).
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Pandean, Kecamatan Dongko, yang mana jalur dari Kota Trenggalek menuju Panggul mengalami ambles dan retak sepanjang 70 meter dengan lebar kurang lebih 30 sentimeter (cm). Rekahan tanah itu juga menjalar hingga ke permukiman warga.
Berikutnya tanah longsor juga terjadi di Desa Krajan dan Desa Karanganyar di Kecamatan Pule. Jalan alternatif menghubungkan Kabupaten Ponorogo melalui Kecamatan Pule mengalami longsor sepanjang 40 meter dengan kedalaman hingga 3 meter.
Selanjutnya banjir dan longsor sekaligus melanda Desa Tawing, Desa Masaran, Desa Bendoroto dan Desa Craken di Kecamatan Munjungan. Dua peristiwa itu terjadi dipicu curah hujan tinggi sehingga menyebabkan sungai meluap karena kehilangan kemampuan menampung tingginya debit air.
Derasnya arus banjir luapan sungai itu juga menggerus bantaran tebing hingga mengakibatkan kerusakan permukiman warga.
