Melihat kondisi cuaca tersebut, bencana serupa masih berpotensi terjadi, sehingga hal ini perlu diwaspadai. Hujan turun pada sore hingga malam hari berpotensi memicu bencana tanah longsor dan pergerakan tanah, khususnya di daerah rawan seperti Kecamatan Munjungan, Bendungan, Durenan, dan Tugu.
Masyarakat bermukim di sekitar lereng, tebing, maupun aliran sungai kecil perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda seperti retakan tanah dan aliran lumpur.
“Jika hujan deras lebih dari dua jam, warga diminta segera menjauh dari lokasi rawan longsor atau banjir,” kata Abdul Muhari.
Hujan intensitas sedang juga dapat menyebabkan genangan air di wilayah dataran rendah maupun area dengan sistem drainase kurang baik, terutama di kawasan perkotaan Trenggalek. Tiupan angin dari timur-tenggara cenderung meningkat turut membawa potensi bahaya pohon tumbang, khususnya di sepanjang jalur jalan raya yang rindang.
Menyikapi potensi bahaya bencana susulan, lanjut Abdul Muhari, BNPB merekomendasikan kepada masyarakat agar menyiapkan rencana evakuasi mulai dari lingkup diri sendiri dan keluarga. Mengamankan dokumen penting, dan pastikan jalur komunikasi tetap terbuka.
