Lanjut, Ilham memastikan bahwa kejadian itu berlangsung pada Jumat siang, dan masuk dalam rangkaian momen Suro yang memang ramai oleh pendaki dengan berbagai maksud, termasuk aktivitas spiritual. Ia menegaskan bahwa selama pendaki tidak merusak lingkungan atau membuat gaduh, pihaknya tetap memberikan ruang bagi ekspresi keyakinan dengan tetap mengedepankan toleransi.
Gunung Lawu sendiri dikenal sejak lama sebagai salah satu titik spiritual penting di Jawa. Tradisi kejawen, laku tapa, hingga ziarah masih hidup hingga kini. Maka tidak mengherankan jika aktivitas seperti ini muncul, meski dalam bentuk dan tampilan yang berbeda dari sebelumnya. Penyebaran video tersebut di media sosial turut memperluas perhatian publik, baik dalam konteks budaya maupun keagamaan.
Pengelola pun mengajak seluruh pendaki untuk tetap menghormati segala bentuk kegiatan spiritual yang berlangsung secara damai, serta menjaga ketertiban dan kelestarian kawasan yang memiliki nilai sakral bagi sebagian masyarakat setempat.(Vinolla)
