“Pendidikan dan pemahaman yang benar kepada anak dan orang tua adalah kunci utama untuk mencegah pernikahan dini,” tuturnya.
Fenomena ini mencerminkan masih rendahnya literasi seksualitas, pendidikan, dan hak anak di sejumlah kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk melindungi masa depan anak-anak dari dampak negatif pernikahan dini. (Vinolla)
