Dalam forum itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menegaskan target perusahaan swasta untuk mempekerjakan setidaknya satu persen penyandang disabilitas dari total tenaga kerja, sementara perusahaan pemerintah ditargetkan merekrut tiga persen dari jumlah pekerjanya. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif. “Target ini merupakan komitmen agar perusahaan memberikan akses kerja yang lebih adil dan setara,” ungkap Ivan.
Dalam kegiatan tersebut turut menggandeng Parakerja, startup yang berdiri sejak 2018 dengan komitmen pada pemberdayaan disabilitas di dunia kerja. Parakerja menyediakan pelatihan, penempatan kerja, aksesibilitas, juru bahasa isyarat, hingga layanan konsultan bagi perusahaan dan pemerintah. “Melalui forum ini, kami ingin mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan mendukung keberagaman,” kata Ivan.
Selain mempertemukan perusahaan dengan penyandang disabilitas, BPJS Ketenagakerjaan juga berupaya menyerap kebutuhan mereka, termasuk dalam hal pelatihan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. “Kami tidak hanya mempertemukan perusahaan dengan penyandang disabilitas, tapi juga berupaya menyiapkan mereka agar mampu bersaing di dunia kerja,” tegas Ivan.
