Bahkan, sambung dia, untuk beberapa daerah perlu mempertimbangkan penurunan PBB pada tahun depan jika kondisi ekonomi terus memburuk.
“Makanya tahun depan mungkin harus dievaluasi. Mungkin ada beberapa bagian tanah yang harus diturunkan PBB-nya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kenaikan PBB yang kerap dijadikan strategi meningkatkan pendapatan daerah. Ia mengingatkan kebijakan itu perlu mempertimbangkan kondisi warga.
“Prinsip yang kedua, kita ini mengadministrasi keadilan sosial,” katanya.
Selain PBB, keduanya turut membahas persoalan pendidikan di Jakarta. Ahok menilai peningkatan kualitas guru sangat penting agar Jakarta mampu menjadi kota global.
Selain itu, Ahok juga menekankan pentingnya digitalisasi, salah satunya dalam hal perpakiran di Jakarta.
“Contoh dulu parkir pakai sistem mesin zaman saya nih, sekarang mungkin udah gak efisien. Karena semua orang tukang parkir punya HP. Kenapa gak digital aja gitu. Nah makanya kita harus dicocokkan kayak gitu,” urainya.
Pertemuan ini, menurut Ahok, menjadi salah satu bentuk kontribusinya dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik. (far)
