“Ini supaya ada lembaga offtaker. Jadi berapa pun yang diproduksi oleh pengembang dan kontraktor konstruksi ya harus di-‘absorb’ karena kita punya backlog (daftar prioritas) 15 juta (orang),” jelas Fahri.
KUR Perumahan
Di tengah riuhnya kebutuhan akan rumah yang layak, Fahri Hamzah, menyuarakan harapan yang belum sepenuhnya terucap yakni regulasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan.
Bahasa lain, Kementerian PKP kini tengah menanti ketukan palu dari tangan sang pengambil keputusan terakhir yaki Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. “Tunggu, ya, Karena ini nanti Menko yang memutuskan,” ujar Fahri, sembari tersenyum tipis dengan jawaban singkat, namun menyimpan banyak makna dan ekspektasi.
Diyakini, Fahri dan timnya terus menggenjot langkah cepat agar skema KUR untuk perumahan yang sedang digodok segera terbit atas kebutuhan paling mendasar rakyat (papan).
“Kita sedang mempercepat agar KUR bisa menyentuh sektor ini. Bukan semata menyalurkan dana, tapi membangun denyut ekonomi dari pondasi yang paling nyata yakni rumah,” ucap Fahri.
