Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mengacu pada prinsip “the present is the key to the past”, sebuah metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa empat faktor utama penyebab banjir rob di Pekalongan adalah topografi rendah, kondisi ekologi yang menurun, perubahan tata guna lahan yang masif, serta perkembangan infrastruktur yang tidak adaptif terhadap perubahan lingkungan. Analisis data multi-source-temporal dari tahun 2000 hingga 2020 turut memperkuat hasil pemodelan, menunjukkan pola perubahan signifikan baik pada garis pantai, pola pemukiman, maupun luas genangan dari tahun ke tahun.
ForeINTiFlood tidak hanya bermanfaat untuk keperluan riset, tetapi juga sangat relevan bagi berbagai aspek mitigasi bencana. Temuan dari teknologi ini dapat menjadi panduan penting dalam perumusan kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur adaptif seperti pembangunan Giant Sea Wall, sistem peringatan dini, dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat pesisir.

