Temuan ini juga merekomendasikan agar upaya mitigasi difokuskan pada tiga titik rawan yang telah teridentifikasi, dengan memberikan panduan ilmiah yang presisi. Panduan ini mencakup penentuan lokasi pembangunan tembok laut di area yang paling rentan, perencanaan desain tembok laut, seperti tinggi, panjang, dan spesifikasi teknis tembok laut yang optimal berdasarkan analisis hidrodinamika, serta integrasi solusi hibrida yang mengkombinasikan pembangunan fisik dengan upaya konservasi alam, seperti restorasi mangrove dan vegetasi pantai lainnya.
Selain itu, penanganan banjir rob juga dapat mencakup pembangunan tanggul atau folder yang terencana dan kampanye edukasi publik berbasis data risiko. Kedepannya, ForeINTiFlood juga membuka peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan data real-time melalui sensor IoT, pengembangan model prediksi berbasis deep learning, serta penerapan skenario perubahan iklim dalam analisis jangka panjang.
Dengan inovasi ForeINTiFlood, BRIN menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi. Lebih dari itu, model ini juga dapat direplikasi ke kota-kota pesisir lain di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Manado, hingga Makassar.
