Dia menuturkan, sebagai peserta ia merasa terbantu dengan keberadaan program JKN yang membuat biaya kesehatan lebih terjangkau.
“Dulu saya nggak ngerti kenapa dokter tetap ada di puskesmas walau pasien sedikit. Sekarang paham, karena mereka dibayar bulanan berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar, jadi layanan tetap berjalan,” ungkapnya.
Dengan sistem kapitasi, keberlanjutan layanan di FKTP dapat terjamin. Masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir biaya konsultasi per kunjungan.
Sistem ini juga memberikan kepastian pendapatan bagi fasilitas kesehatan, sehingga mereka bisa merencanakan pengadaan obat, peralatan, dan tenaga medis dengan lebih baik, sekaligus mendorong pemerataan pelayanan kesehatan, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok.
Fasilitas kesehatan dengan jumlah peserta besar akan mendapat dana lebih besar untuk menunjang operasional, sementara fasilitas di daerah dengan peserta lebih sedikit tetap mendapatkan dukungan dana yang disesuaikan tarif yang berlaku.
