Sesi plenary talk menghadirkan tiga pembicara utama dari Indonesia dan Malaysia yang membahas isu strategis dalam rekayasa kedirgantaraan. Ichsan Setya Putra dari ITB membawakan materi tentang analisis toleransi kerusakan pada struktur pesawat hingga moda transportasi lainnya.
Erwandi dari BRIN memaparkan hasil studi numerik dan eksperimental terkait aspek hidrodinamika pada pesawat amfibi N219 saat lepas landas di perairan. Sementara itu, Mohd Nasir bin Tamin dari Universiti Teknologi Malaysia membahas pendekatan multifraktal dalam menganalisis propagasi retak akibat kelelahan material. Ketiga presentasi ini menggambarkan kontribusi nyata akademisi dan peneliti dalam mendorong inovasi teknologi dirgantara di kawasan Asia Tenggara.
Antusiasme peserta serta kualitas pembahasan yang disampaikan menunjukkan bahwa SAWAE-ISAST bukan sekedar konferensi ilmiah, tetapi juga langkah nyata menuju penguatan riset dan inovasi bersama.
Forum ini sekaligus mencerminkan komitmen BRIN dalam mendukung kerja sama regional, memperkuat diplomasi ilmiah, serta mendorong kemajuan teknologi kedirgantaraan yang inklusif dan aplikatif. (ahmad)
