Hokora ini akan ditempatkan di Kuil Shin’yu di Indonesia sebagai simbol persahabatan abadi antara kedua negara. Momen ini menjadi penegasan penting bahwa kerja sama budaya tidak hanya berhenti pada dialog, tetapi juga diwujudkan melalui simbol konkret membawa makna spiritual dan histons.
Semangat kolaborasi diwujudkan dalam pertunjukan seni lintas negara. Kota Nanto menampilkan dua kelompok seni unggulannya: pertama, Kiyari Dance Group, dengan 31 penari menampilkan tarian tradisional Jepang, dan kedua, Sukiyaki Steel Orchestra, grup musik memadukan instrumen baja dengan irama modern.
Kedua kelompok ini tampil bersama Duta Melati, grup seniman muda dari Indonesia. Dalam pertunjukan bertajuk Kycen (kebersamaan suara). Kolaborasi ini menyampaikan pesan universal bahwa seni adalah bahasa yang mampu melampaui batas bahasa, bangsa, dan ideologi.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan di Expo, para tokoh dari Indonesia termasuk Moeldoko, lehiro Tokugawa, dan perwakilan kedutaan melakukan kunjungan budaya ke Kota Nanto, Prefektur Toyama, pada 2 Agustus 2025.

