Dalam kunjungan bertajuk “Friend Ship Experience”, rombongan menikmati:
* Pertunjukan “Koktriko” dan pengalaman alat musik tradisional sasara di Desa Ainokura (Warisan Dunia UNESCO)
* Pengalaman menumbuk mochi di Kuil Zentokuji
* Makan siang khas Daerah Nanto dengan bahan lokal
* Tur ke bengkel ukiran kayu tradisional di Inarni dan kunjungan ke Kuil Zuisenyi, pusat spiritual dan seni ukir Jepang
Kegiatan ini, lanjut Moeldoko, bertujuan mempererat ikatan emosional dan kultural antara masyarakat kedua negara, sekaligus membuka jalur kerja sama promosi budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Salah satu bagian paling menyentuh dari acara ini adalah seruan Moeldoko mengenai pentingnya membangun “negara berperasaan” sebuah negara yang menjamin rasa damai, rasa aman, dan martabat warganya.
“Politik kasih sayang bukanlah slogan. Saya tumbuh diam-diam dalam keputusan-keputusan kecil yang adil. Di sekolah yang menerima anak miskin. Di puskesmas yang tak memandang status. Di jalan desa tetap diperbaiki meski tak viral,” tutur Moeldoko.

