“Mengibarkan bendera adalah tanda kebanggaan terhadap bangsa. Ketika dilakukan oleh Warga Binaan, apalagi napiter, hal ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang. Inilah esensi pemasyarakatan, yaitu menghadirkan proses pembinaan yang menumbuhkan kesadaran akan nasionalisme dan persatuan,” ujar Yulius.
Seluruh peserta upacara mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh khidmat. Saat bendera merah putih dikibarkan, suasana haru menyelimuti lapangan upacara.
Beberapa Warga Binaan tampak menundukkan kepala penuh khusyuk, bahkan salah satu napiter menitikkan air mata ketika bendera mulai ditarik ke puncak tiang.
Salah satu napiter, BS, mengungkapkan, rasa bangga dia bisa ikut berpartisipasi dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80.
“Dulu saya punya pandangan salah tentang negara. Tapi hari ini, saya berdiri tegak di bawah bendera merah putih dengan perasaan berbeda. Saya belajar bahwa mencintai Indonesia adalah bagian dari iman saya. Saya ingin berubah dan berkontribusi positif,” kata BS dengan mata berkaca-kaca.
