Erick menegaskan sebelum terjadi penyiraman air keras itu, kelompok siswa berjumlah sekitar 10 remaja dari SMK kawasan Koja ini berkeliling mencari lawan untuk diajak tawuran.
“Karena tidak ketemu lawan, mereka berpapasan dengan korban yang sedang berbonceng tiga menumpang kendaraan bermotor. Spontan para pelaku memepet kendaraan ditumpangi korban hingga terjatuh. Pelaku lalu menyiramkan air keras,” katanya.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Sedangkan untuk para pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Tanjung Priok.
“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman kepada pelaku-pelaku dan tentunya gelar perkara akan dilakukan untuk menentukan statusnya tersangka atau bukan, atau hanya saksi, atau penahanan,” tegas Erick.
Sementara, dalam kasus penyiraman air keras melibatkan para remaja yang rata-rata usianya di bawah umur tersebut pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan oleh petugas Bapas. (Joesvicar Iqbal)
