Reformasi BUMN harus menyentuh akar masalah: profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi. Pembenahan tantiem memang penting, tapi jauh lebih penting memastikan bahwa komisaris yang diangkat mampu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif, bukan sekadar menduduki kursi demi nama. (Yudha Krastawan)
