“Jadi seluruh pengurus sudah diikat oleh pakta integritas dan tidak boleh ada yang melanggar terhadap pakta integritas yang sudah ditetapkan,” ungkap Suhud.
Suhud menekankan, kepatuhan terhadap pakta integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah partai. Terkait isi pakta integritas, dia menyebut ada beberapa poin penting yang wajib dijalankan.
Diantaranya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga etika dan moral, serta tidak melanggar kaidah hukum. Hal itu, jelas Suhud, penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap partai.
“Kita mengharapkan pengurus DPW PKS DKI memiliki integritas selain masalah profesionalitas,” jelas dia.
Suhud juga menyinggung tantangan politik yang dihadapi PKS di Jakarta dengan 18 kursi di DPRD. PKS menjadi partai terbesar, namun kondisi tersebut dinilainya rawan karena bergantung pada dinamika partai lain.
Terlebih, papar Suhud, kenaikan hanya dua kursi di DPRD DKI. Tetapi pada saat yang sama ada penurunan di partai politik lainnya, sehingga dapat dikatakan PKS diuntungkan dengan situasi tersebut.
