Anne menegaskan bahwa keberadaan KA PSO adalah bentuk nyata Bakti Transportasi untuk Negeri, sejalan dengan tema Hari Perhubungan Nasional 2025.
“Kereta api PSO adalah sarana perjalanan sekaligus jalur kehidupan yang membuka akses pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat bergerak maju bersama,” jelasnya.
Selain layanan PSO, secara total KAI telah melayani 37,2 juta pelanggan KA Jarak Jauh maupun KA Lokal selama periode Januari–Agustus 2025. Jumlah ini mencerminkan peran strategis KAI dalam menyediakan transportasi berbasis rel yang terjangkau dan berkelanjutan.
Kehadiran KA PSO juga berdampak sosial-ekonomi yang luas. Dengan harga tiket yang disubsidi pemerintah, masyarakat berpenghasilan rendah dapat tetap beraktivitas tanpa terbebani biaya tinggi. Pada saat yang sama, keberadaan kereta api membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya dan menekan emisi karbon.
“Transportasi publik yang andal adalah fondasi pembangunan negeri. Melalui layanan PSO, Kemenhub dan KAI ikut menghadirkan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk bergerak, terhubung, dan berkembang. Itulah makna bakti kami untuk negeri ini,” tutup Anne.
