Karena, kata pengacara kondang itu kuat dugaan adanya konspirasi terhadap penyelewengan keuangan negara dalam pengelolaan dana CSR BI.
Apalagi, kata dia persoalan CSR BI saat ini ditangani KPK dan telah menyeret dua anggota Komisi XI DPR periode lalu sebagai tersangka gratifikasi.
“Baladhika Karya Soksi akan terus mendukung Menkeu dalam menciptakan pengelolaan keuangan negara yang transparan. Karenanya, Baladika Karya Soksi meminta Menkeu jangan takut dalam menyuarakan kebenaran,” katanya.
Tidak hanya itu, Ferry Juan juga meminta Menkeu fokus dalam menelusuri cadangan devisa dan operasi moneter.
Sebab, kata dia lagi skala cadangan devisa yang besar membuka peluang transaksi “off-balance sheet” atau swap mencurigakan yang bisa merugikan negara.
Disamping itu, Bailout bank bermasalah. Jika bank diselamatkan melalui mekanisme tidak transparan, publik yang menanggung, sementara elit diuntungkan.
“Digitalisasi dan sistem pembayaran. Proyek QRIS dan infrastruktur IT BI bernilai triliunan rawan mark-up atau kongkalikong vendor. Ditambah, pengawasan OJK. Kasus Jiwasraya, Asabri, Kresna Life, hingga pinjol ilegal menunjukkan lemahnya pengawasan,” katanya.
