“Saat ini, sistem peringatan dini untuk Gunung Semeru telah terpasang dari beberapa instansi seperti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan PVMBG,” ujar Abdul.
Guna memperkuat sistem peringatan dini risiko banjir lahar, BNPB menambah unit alat peringatan dini banjir lahar dingin di kawasan Gunung Semeru. Penguatan perangkat peringatan dini ini didukung oleh Pemerintah Swiss melalui Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC).
Dua macam alat dipasang antara lain, Automatic Rain Gauge (ARG) atau alat penakar hujan otomatis sebanyak empat unit dan Automatic Weather Station (AWS) atau stasiun cuaca otomatis sebanyak satu unit.
“Sensornya dilengkapi panel surya dan sistem teletransmisi untuk melengkapi jaringan pemantauan yang telah ada”.
Sensor ARG dipasang di Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Gunung Sawur, Stasiun Ranu Kumbolo, Stasiun Besuk Bang, dan Stasiun Tawon Songo. Lalu sensor AWS dipasang di stasiun Argosuko.
Sistem baru ini akan melengkapi EWS yang sudah ada, mencakup pemantauan aliran dari hulu ke hilir, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di empat desa prioritas, yaitu Jugosari, Gondoruso, Pasrujambe, dan Kertosari.
