IPOL.ID – Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Desie Christhyana Sari berharap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 harus benar-benar berpihak pada rakyat.
Menurutnya, APBD DKI 2026 tidak sekadar dokumen fiskal, melainkan kontrak moral antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat Jakarta.
“Tentu Setiap rupiah harus diarahkan pada program prioritas yang memberi manfaat nyata bagi warga, bukan kegiatan seremonial,” ujar Desie, Selasa (9/9/2025).
Menurut politisi berwajah oriental itu, RAPBD 2026 yang direncanakan sebesar Rp95,35 triliun harus difokuskan untuk menjawab empat persoalan krusial seperti pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan, inflasi yang menekan daya beli, serta risiko perlambatan ekonomi.
“Anggaran harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar angka di atas kertas,” pintanya.
Tidak hanya itu, anggota DPRD yang sudah tiga periode duduk di Kebon Sirih menyoroti juga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih sangat bergantung pada pajak daerah sebesar Rp49,39 triliun.
