“Artinya penanganan di simpang ini harus dilakukan secara komprehensif, walaupun masih ada beberapa isu yang perlu diatur lebih lanjut.
Kita ingin masyarakat terbiasa dan beradaptasi dulu dengan sistem satu arah di Jalan Kemiri dan Kayu Manis. Setelah itu baru kita evaluasi secara bertahap,” terangnya.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, antrean kendaraan terlihat mulai mengular dari arah simpang gaplek.
Petugas yang sudah bersiaga di lokasi, berupaya mengatur arus lalu lintas.
Meski kemacetan tak dapat dihindari, namun antrean kendaraan terpantau mulai melonggar. Tepatnya sekitar pukul 07.30 WIB, antrean kendaraan mulai terurai secara bertahap.
Martha menambahkan, uji coba ini akan diberlakukan selama sepekan. Maka dari itu, ia meminta dukungan dari masyarakat agar upaya penguraian kemacetan ini dapat berhasil.
“Hari ini masih hari pertama uji coba. Wajar bila masyarakat belum terbiasa dan masih ada yang melanggar. Ke depan kita akan meningkatkan pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis agar masyarakat paham. Program ini dari masyarakat untuk masyarakat, sehingga tidak mungkin berhasil tanpa dukungan masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang membantu sosialisasi,” pungkasnya. (bam)
