Dia mengatakan, dia sama Kiki rekannya keluar sambil memvideokan sosok orang tak dikenal yang diduga sudah marah-marah. Tak lama, sebuah mobil bertuliskan SPPG masuk ke lokasi. Dia pun berusaha mengambil gambar, tetapi dihalau.
“Si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik enggak bisa larang-larang. Terus salah satu pegawai SPPG samperin saya ngejelasin bahwa bukan di situ penyedia MBG yang sebabkan siswa keracunan tapi di pinggir jalan dekat samping air biru,” ujar dia.
Namun suasana mendadak panas. Penjaga yang sama tiba-tiba emosi dan mengangkat kepalan tangan, diduga kuat hendak memukul dia dan Kiki.
“Tiba-tiba penjaga yang usianya terbilang sudah paruh baya itu malah mencekik saya dan Kiki,” ungkap Munir.
Pegawai SPPG lain langsung memisahkan. “Si bapak keamanan tadi dipegangin oleh rekan-rekannya,” tandas dia.
Senada dengan Munir, Kiki menambahkan, dia pun menjadi korban dugaan penganiayaan oleh penjaga SPPG Gedong 2. Lantaran dia sempat dicekik dan jaket yang dikenakannya juga ditarik oleh pria tak dikenal itu.
