Kedua, diversifikasi event. Tak lagi mengandalkan satu mega event, JSC menggelar portofolio beragam mulai dari Liga 1 hingga turnamen e-sport dan festival komunitas.
Ketiga, sport tourism. Branding Palembang sebagai City of Sport dipadukan dengan kuliner khas dan wisata Sungai Musi.
Keempat, efisiensi dan tata kelola. Menyusun standar operational procedure sistem pengendalian intern, dan laporan keuangan transparan diterapkan untuk menjaga legitimasi.
Kelima, kemitraan multipihak / Public Private Partnership. JSC membuka pintu investasi swasta, mengurangi risiko beban pemerintah.
Hasilnya terukur. Laba JSC naik dua kali lipat dari Rp 2 miliar pada 2023 menjadi Rp 4,4 miliar pada 2024. Ekosistem bisnis di sekitarnya ikut bergerak: puluhan UMKM lokal mendapat peluang, sementara ribuan tenaga kerja musiman terserap setiap event berlangsung.
Lebih dari sekadar angka, JSC berhasil menciptakan value rantai industri olahraga: dari tiket pertandingan, hospitality, katering, hingga merchandise. Hal ini menjadikan JSC tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga mesin ekonomi kreatif regional.
