IPOL.ID-Di tengah riuhnya pembangunan infrastruktur olahraga di Indonesia, satu nama kini sering disebut sebagai model bisnis baru: Jakabaring Sport City (JSC).
Kompleks olahraga seluas 325 hektare ini, yang pernah menjadi panggung SEA Games 2011 dan Asian Games 2018, kini dikenal bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena kemampuannya bertahan tanpa bergantung pada APBD.

Transformasi JSC dimulai pada 2017, ketika statusnya berubah menjadi BUMD PT JSC. Ketika ditunjuk sebagai Direktur Utama, Meina Fatriani Paloh mengungkapkan, “perubahan kelembagaan ini memaksa manajemen bergerak dengan mental korporasi: mengejar profitabilitas, menjaga tata kelola, dan merancang strategi jangka panjang” Prinsip yang lahir dari transisi ini sederhana tapi tegas: “Mandiri Tanpa APBD.”
Model Bisnis: Dari Venue ke Portofolio Multi-Event
Strategi JSC berdiri di atas lima pilar. Pertama, komersialisasi aset. Stadion, wisma atlet, dan venue lain diposisikan sebagai sumber pendapatan, disewakan untuk konser, pameran, hingga pernikahan.
