Tentu saja, seperti yang sudah diduga, Israel menolak deklarasi tersebut setelah pemungutan suara bersejarah terjadi. juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein bahkan menyebut hasil pemungutan suara tersebut sebagai sesuatu hal yang memalukan.
“Pemungutan suara ini membuktikan betapa Majelis Umum hanyalah sebuah sirkus politik yang terlepas dari realitas,” katanya dalam sebuah unggahan di X. Ia juga mengkritik Deklarasi New York karena tidak menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.
Pada Kamis, anggota Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi kecaman keras terhadap aksi Israel menyerang Qatar, sebagai mediator utama upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Akibat serangan pada 9 September itu, lima anggota Hamas di Doha tewas, ketika mereka tengah membahas proposal baru dari Presiden AS Donald Trump.
Perdana Menteri (PM) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, yang terbang menghadiri sidang darurat DK PBB pada Kamis, menyampaikan kecamanan pada para pemimpin Israel. Sheikh Mohammed menyebut mereka arogan dan berniat jelas untuk menggagalkan mediasi yang tengah berjalan. Karena jelas, serangan dilakukan bertepatan dengan upaya mediasi.

