Melaporkan dari New York, jurnalis Al Jazeera Kristen Saloomey mengatakan, bahwa hasil pemungutan suara itu menunjukkan jumlah penolakan luar biasa dari komunitas internasional terhadap aksi Israel. Jumlah pendukung negara Palestina ini diperkirakan masih akan bertambah pada KTT PBB pada 22 September mendatang. Mengingat, ada sekitar 10 negara lain, termasuk Prancis, Norwegia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris yang diperkirakan akan bergabung menyatakan dukungannya akhir bulan ini.
“Hal yang penting, negara-negara Eropa yang sebelumnya lebih enggan karena tekanan Amerika Serikat dan Israel kini menunjukkan kekhawatiran bahwa situasi di lapangan semakin memburuk, tanpa ada kemajuan yang dicapai,” ungkapnya.
Sayangnya, dukungan tegas PBB terhadap solusi dua negara ini seolah tak diindahkan. Pasalnya, aksi genosida Israel di Gaza terus terjadi. Aksi pembantaian ini pun kian brutal setelah Netanyahu menyetujui rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel, sehingga membuat negara Palestina di masa depan nyaris mustahil.

