Healing adalah proses, bukan garis lurus. Bagi Felicia, proses penyembuhan tidak bisa diburu-buru apalagi dipaksakan. Karena setiap orang memiliki jalannya masing-masing.
“Tidak ada satu solusi untuk semua. Ada yang merasa terbantu dengan meditasi, ada yang cocok dengan journaling, ada pula cara lain. Terpenting, kita mampu duduk bersama perasaan yang tidak nyaman, memahami perubahan, menerima dan mencintai diri apa adanya. Dari sana kita bisa menemukan kebahagiaan lewat momen-momen kecil,” ujarnya.
Lewat Ryse and Shyne, Felicia ingin mengubah perjalanan personalnya menjadi gerakan yang lebih besar, sebuah ekosistem yang lebih sehat untuk para perempuan Indonesia.
“Setiap perempuan berhak punya ruang untuk didengar, untuk pulih, dan untuk tumbuh kembali. Saya percaya ketika perempuan saling mendukung, tak ada yang perlu merasa sendirian dalam perjalanan healing mereka,” pungkas Felicia. (Joesvicar Iqbal)
