Ia menambahkan, percampuran otoritas fiskal dan moneter oleh figur publik bisa mengganggu kredibilitas kebijakan.
“Investor dan pelaku pasar bisa menjadi ragu apakah keputusan BI masih independen atau sudah dipengaruhi oleh kepentingan politik,” jelas Jerry.
Jerry menegaskan bahwa di balik “kelucuan” ini, ada dimensi ekonomi yang sangat serius.
“Salah persepsi publik bisa memicu ekspektasi yang tidak realistis,” katanya.
Ia khawatir, jika masyarakat percaya ada dana khusus, ekspektasi mereka bisa melambung tinggi tanpa dasar yang kuat.
Padahal, keberhasilan program perumahan sangat bergantung pada ketersediaan rumah terjangkau dari pengembang dan kemampuan masyarakat untuk mengajukan KPR.
Jerry juga memaparkan bahwa target program 3 juta rumah terancam stagnan jika masalah dasarnya tidak diselesaikan.
Tantangan sebenarnya bukan sekadar melonggarkan GWM. Masalahnya ada pada ketersediaan lahan murah, efisiensi biaya pembangunan.
“Termasuk skema pembiayaan yang benar-benar bisa diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah,” paparnya.
