“Pak Galih sangat mensupport seleknas ini. Beliau percaya bahwa Indonesia bisa bersaing di ajang World Asia Cup,” ujar Skar.
PBPI menegaskan bahwa partisipasi di World Asia Cup bukan hanya soal prestasi, tetapi juga untuk membuka jalan menuju ajang yang lebih besar—termasuk SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade 2032 di Brisbane.
“Kalau di Olimpiade 2018 padel sempat jadi ekshibisi, kita berharap tahun 2032 bisa jadi cabor resmi,” tutup Coach Akash.
“Indonesia kuat di olahraga raket, dari bulu tangkis kita sudah juara dunia. Kenapa tidak padel?”
Seleknas ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga momentum. Momen ketika padel Indonesia mulai menapaki panggung dunia. Dari lapangan-lapangan kecil di Bali dan Jakarta, menuju panggung internasional di Doha. (bam)
