IPOL.ID – Kekerasan, dalam segala rupa—perang, teror, diskriminasi, maupun kekerasan struktural—bukan hanya melukai individu. Jika dibiarkan meluas, ia merusak tatanan sosial, menghancurkan kepercayaan antarmanusia, dan menggerus fondasi ekonomi serta lingkungan yang menopang kehidupan.
Dampaknya berlapis, mulai dari trauma generasi, infrastruktur hancur, serta sumber daya tersedot untuk konflik bukan pembangunan, bisa saja terus berlangsung.
Untuk itu, Paus Leo XIV menyerukan solidaritas antar-bangsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada masa depan yang bisa dibangun di atas kekerasan, pengungsian paksa, maupun balas dendam.
Pernyataan ini disampaikan seusai doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (21/9/25), sebagai bentuk solidaritas Gereja Katolik terhadap rakyat Gaza.
“Gaza adalah tanah penuh penderitaan. Seluruh gereja menyatakan solidaritasnya dengan saudara-saudari yang menderita di tanah yang penuh luka ini,” kata Paus di hadapan ribuan umat.
Ia menekankan perlunya perdamaian segera di tengah meningkatnya serangan militer Israel di Gaza. Konflik yang hampir dua tahun berlangsung itu telah menewaskan sekitar 65.000 orang dan memperburuk krisis kemanusiaan.
