IPOL.ID – Ketua PBNU H Mohamad Syafi’ Alielha atau yang akrab disapa Savic Ali menilai aparat keamanan belum sigap dalam menghadapi gelombang demonstrasi yang marak di berbagai daerah belakangan ini.
Ia menyoroti terjadinya pembakaran fasilitas umum hingga penjarahan yang menurutnya seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Savic menyatakan setiap gerakan massa besar berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan mereka sendiri. Karena itu, ia mempertanyakan kinerja intelijen negara yang seharusnya mampu mendeteksi potensi penyusup.
“Mungkin saja dalam sebuah pergolakan besar atau gerakan massa besar selalu ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan demi kepentingan mereka sendiri, itu selalu ada,” katanya dilansir NU Online, Selasa (2/9).
Ia menilai infrastruktur intelijen di Indonesia lemah dalam mengidentifikasi provokator. Alih-alih fokus pada penyusup, aparat justru kerap bersikap represif terhadap massa aksi yang sebenarnya menyampaikan aspirasi secara damai.
“Justru itu yang mestinya diantisipasi oleh aparat keamanan, sekarang kan kelihatan. Aparat keamanan tidak punya infrastruktur dan strategi untuk mengatasi, untuk mengantisipasi pihak-pihak yang dianggap penyelundup ini tetapi justru aparat keamanan memang menghadapi demonstran dengan sikap yang tidak ramah. Itu yang menjadi persoalan,” urainya.
