Siqotun menceritakan lebih rinci ketika merasakan manfaat JKN mulai dari berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Karena usianya masih 17 tahun, ia ditangani di poli anak. Siqotun berobat awalnya karena ada keluhan di matanya, saat itu ia merasakan dilayani dan ditangani dengan baik.
“Karena usia saya masih 17 tahun, saya berobat di poli anak, meskipun begitu pelayanan yang saya terima tetap maksimal. Keluhan saya ditangani dengan baik dan tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien umum ataupun sebagai pasien JKN. Semua dilayani dengan sama baiknya dan diberikan obat juga dan tidak mengeluarkan biaya berobat sepeserpun,” ujar Siqotun.
Menurutnya, selama berobat dengan menggunakan JKN, baik ia maupun ibunya tidak pernah diminta membeli obat di luar. Seluruh kebutuhan pengobatan, pemeriksaan, hingga biaya administrasi sepenuhnya ditanggung JKN. Dan hal itu yang membuatnya sangat terbantu secara nyata karena tidak pernah mengeluarkan biaya untuk berobat.
“Ketika ada yang cerita bahwa pelayanan yang didapatkan akan berbeda jika menggunakan JKN, saya tegaskan bahwa saya tidak pernah merasakan adanya perbedaan layanan. Pelayanannya yang diberikan sama dan tidak ada beda. Semua pasien, baik pasien JKN maupun pasien umum, diperlakukan secara adil. Kalau untuk proses layanan kan pasti ada prosedurnya, jadi wajar saja karena yang menggunakan JKN kan bukan hanya saya saja tetapi banyak,” katanya.
