“Untuk mempersingkat waktu, silakan disampaikan,” ucap Dasco saat membuka audiensi.
Sebelumnya, massa dari serikat tani menggelar aksi di depan gedung parlemen dengan membawa sembilan tuntutan utama, di antaranya:
1. Mendesak Presiden dan DPR segera menjalankan Reforma Agraria melalui redistribusi tanah kepada rakyat, penyelesaian konflik agraria dan pengembangan ekonomi-sosial rakyat di kawasan produksi mereka sesuai dengan UUPA 1960. Mengevaluasi kementerian dan lembaga yang tidak menjalankan, menyesatkan dan menghambat Reforma Agraria dan DPR segera membentuk Pansus untuk memonitor progress pelaksanaan Reforma Agraria
2. Meminta Presiden untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria, redistribusi 1,76 juta hektar Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA), dan menertibkan 7,35 juta hektar tanah terlantar serta 26,8 juta hektar tanah yang dimonopoli konglomerat, termasuk tanah masyarakat yang diklaim PTPN, Perhutani/linhutani. Klaim hutan negara pada 25 ribu desa kepada Petani, Buruh Tani, Nelayan, Perempuan, serta pemulihan hak Masyarakat Adat.
