“Sehingga tak ada yang perlu menginap lama (di RSUD Pasar Rebo). Hanya beberapa jam bisa diselesaikan (masalah dugaan keracunan),” tukasnya.
Menurutnya, penanganan cepat memang harus dilakukan ketika ada siswa diduga mengalami keracunan agar tidak menjadi masalah besar dan terus viral di sosial media.
Dia juga bakal mengevaluasi sejumlah masalah dugaan keracunan khususnya di Jakarta yang terjadi di SDN 01 Gedong pada Selasa (30/9/2025) lalu.
“Walau tidak ada yang keracunan, kami akan tetap melakukan evaluasi program MBG terus menerus,” ungkapnya.
“Evaluasi ini kan langkah dari kami memastikan semua anak didik di Jakarta mendapatkan MBG. Enggak hanya di MBG, tapi juga disemua harus terpenuhi,” tambahnya.
Sementara, Plt Kasubdit Pembelaan Direktorat Pelayanan HAM, Ruth Marsinta Sarumpaet mengapresiasi pemberian MBG di SDN 05 Gedong.
Dia menegaskan, hal ini menjadi wujud tanggungjawab pemerintah dalam memberikan MBG demi anak-anak mendapatkan gizi yang baik.
“Pemerintah bertanggungjawab untuk memenuhi hak asasi, hak asasi terkait kesekahteraan, salah satunya adalah hak atas pangan,” ujarnya.
