Salah satu peserta, Irsyad, mengaku sebelumnya belum memahami detail fungsi Mobile JKN. Ia menuturkan bahwa sosialisasi ini membuatnya lebih percaya diri dalam memanfaatkan layanan digital. Menurutnya, aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi dan waktu terbatas.
“Jujur saya sering bingung soal prosedur administrasi, apalagi kalau mendengar cerita teman yang bilang harus bolak-balik ke kantor. Setelah dijelaskan, ternyata semua bisa diurus lewat aplikasi. Saya jadi lebih tenang dan tidak takut salah langkah,” kata Irsyad.
Hal serupa juga diungkapkan Kaira, peserta lainnya. Ia menilai pendekatan edukasi dengan kuis dan tanya jawab membuat informasi lebih mudah diterima. Selain itu, ia merasa BPJS Kesehatan menunjukkan kepedulian dengan hadir langsung memberikan pemahaman. Bagi Kaira, hal ini membuktikan bahwa layanan kesehatan negara semakin dekat dengan generasi muda.
“Cara penyampaian materinya ringan, jadi tidak membosankan. Kuisnya juga membuat kami lebih semangat memperhatikan. Saya merasa BPJS Kesehatan memang serius memastikan mahasiswa paham tentang JKN,” ucap Kaira.
