Sementara itu, Refata menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sebaiknya lebih sering dilakukan di kampus. Menurutnya, tidak semua mahasiswa punya akses informasi yang benar tentang JKN, sehingga sosialisasi langsung sangat membantu. Ia berharap edukasi serupa dapat menjangkau lebih banyak perguruan tinggi.
“Kalau hanya baca di internet kadang informasinya simpang siur. Dengan datang langsung seperti ini, kami bisa tanya apa saja dan langsung dapat jawabannya. Saya harap kegiatan ini bisa berlanjut di kampus lain,” tutur Refata.
Melalui sosialisasi di Universitas MH Thamrin ini, BPJS Kesehatan menegaskan perannya sebagai lembaga publik yang berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan memperkenalkan JKN sekaligus layanan digital, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi benar kepada lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan pesan agar seluruh mahasiswa tidak ragu memanfaatkan inovasi digital JKN. Dengan cara ini, perlindungan kesehatan menjadi lebih mudah diakses, cepat, dan setara bagi semua. (irm/adv/tim)
