“Mulanya tidak tahu kalau itu bunga bangkai, baru tahu dari warga. Kata orang-orang bau bangkai. Tapi saya tidak mencium baunya (bangkai). Hanya penghuni kontrakan yang sempat mencium bau sampah udang,” ujarnya.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur pun sudah datang ke lokasi bunga bangkai itu.
“Orang dari Kelurahan CBS ada yang datang, dari Pemkot Administrasi Jakarta Tinur juga ada yang datang. Bunga bangkai ini baru kali pertama tumbuh disini,” jelas Sutarmi.
Sementara, penghuni kontrakan setempat, Agung Widodo mengatakan, pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, saat dia pulang kerja mencium bau sampah udang menyengat.
Saat itu, bunga bangkai masih tumbuh menguncup. Barulah pada Kamis (30/10) pagi bunga bangkai itu mekar. Lalu oleh pemilik kontrakan sekeliling bunga bangkai itu dipasangi pagar agar tidak rusak oleh anak-anak yang biasa bermain di sekitar halaman.
“Pulang kerja ngendus kok bau sampah udang, kirain ada orang yang buang sampah udang kali, tapi tidak dirubung lalat. Tahunya asal bau menyengat itu dari bunga bangkai yang tumbuh persis di depan kontrakan saya. Jarang sih lihat langsung bunga bangkai tumbuh terlihat depan mata langsung,” kata Agus, pemilik kontrakan. (Joesvicar Iqbal)
