Rommy juga menegaskan bahwa Komisi X DPR RI saat itu telah meminta Kementerian Dikti untuk menghentikan proses pemilihan rektor Unima. Ia bahkan menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan “bersih-bersih” terhadap oknum di lingkungan Kementerian Dikti yang dianggap lamban menindaklanjuti laporan plagiasi tersebut. (*)

