Sejurus Kakanim Jaksel, Bugie menyampaikan laporan kegiatan yang menegaskan pentingnya inovasi layanan publik dan sinergi antar instansi untuk menghadirkan pelayanan keimigrasian mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini baru dilakukan Festival Keimigrasian, keinginan kami untuk memberikan panggung kesenian dan kebudayaan kita guna mempertajam kebudayaan lokal sekaligus kementerian kita yang akan berulang tahun. Kanim Jaksel ingin meningkatkan eksistensi dan kontribusi keimipas di Wilayah Jakarta Selatan khususnya,” ungkapnya.
Sejauh ini, lanjut Bugie, terobosan digitalisasi seluruh pelayanan imigrasi sudah dijalankan. Dengan kanal aplikasi e-paspor dan e-visa, agar masyarakat bisa memanfaatkan sebesar-besarnya.
Rata-rata dalam satu hari Kanim Jaksel melakukan pelayanan sebanyak 400 permohonan, dan 100 pemohon izin tinggal per hari. Efiensi yang dilakukan dengan digital pun memudahkan masyarakat lebih cepat mengakses pelayanan imigrasi Jaksel.
“Kami terus berusaha agar pelayanan maksimal dan juga dalam pengawasan orang asing, semua media sosial sudah kami sediakan, seluruh informasi kegiatan kami bisa diakses”.
