Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak hanya sekadar upaya efisiensi, tetapi juga simbol kemandirian bangsa.
“Pemerintah memberikan teladan bahwa produk dalam negeri mampu menjawab kebutuhan strategis. Ini sekaligus membangun kemandirian bangsa,” tandasnya.
Senada, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra Elnino Husein Mohi menilai Maung Pindad memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi mobil nasional komersial.
“Saya sangat mendukung dan berharap Maung buatan PT Pindad dapat menjadi mobnas komersial,” ujar Elnino di Jakarta.
Menurutnya, kehadiran Maung merupakan simbol kebanggaan nasional sekaligus tonggak menuju kemandirian industri otomotif Indonesia.
“Dengan dukungan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia lokal, Maung berpotensi menjadi ikon industri otomotif yang mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.
Elnino menilai, pengembangan Maung sebagai mobil nasional juga akan membuka banyak lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri otomotif dalam negeri. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung pengembangannya.
