Menko PMK Pratikno telah datang melihat sendiri bagaimana kondisi lapangan dan seluruh rangkaian proses penanganan darurat pada hari keempat pascakejadian, atau Kamis (2/10).
Pada saat itu, Menko PMK Pratikno didampingi Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Bramantyo, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, memahami bagaimana sinergi seluruh tim berjuang melawan waktu demi menjunjung tinggi martabat para korban dan empati demi kemanusiaan.
Penanganan menyeluruh atas insiden runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo melibatkan berbagai peran kementerian dan lembaga lintas sektor yang memiliki kewenangan berbeda namun saling melengkapi.
Dalam ranah penanganan darurat, BNPB menjadi koordinator utama berdasarkan mandat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007.
Tugas BNPB mencakup beberapa hal seperti memberikan instruksi kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait operasional pencarian dan pertolongan, penyediaan kebutuhan dasar bagi keluarga korban, logistik peralatan.

