Namun, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkapkan, uang yang dipamerkan tersebut, hanya sebagian kecil saja.
“Tidak mungkin kami hadirkan semua, kalau Rp 13 triliun, tempatnya yang tidak memungkinkan. jadi ini sekitar Rp 2,4 triliun,” kata Burhanuddin.
Presiden Prabowo Subianto yang memakai pakaian safari cokelat muda, datang sekitar pukul 10.55 WIB.
Hadir juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Kepala BPKP Yusuf Ateh.
Burhanuddin mengatakan, penyitaan itu merupakan hasil pengembalian kerugian keuangan negara dari tersangka korporasi Wilmar Group, PT Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group.
Ia menambahkan, dalam perkara ini masih ada total Rp 4 triliun uang yang belum dibayar oleh dua korporasi yakni Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.
Uang itu diterima dari lima korporasi yang merupakan anak usaha Wilmar yakni PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.
