Selain itu, Menteri Mu’ti menyinggung prioritas pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia unggul. Ia menekankan pentingnya wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pendidikan anak usia dini. Hal ini sejalan dengan program nasional pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk mendukung tumbuh kembang generasi emas Indonesia.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa sekolah terpadu ini dibangun bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik pendidikan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan integritas. “Seleksi guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik dilakukan secara ketat dan transparan tanpa kompromi. Begitu pula dengan siswa, semua melalui mekanisme seleksi. Karena kualitas hanya bisa lahir dari integritas,” ungkapnya.
Sekolah Terpadu Samarinda berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan target 36 rombongan belajar. Fasilitas modern seperti laboratorium, perpustakaan multimedia, ruang pembelajaran digital, hingga sarana olahraga dan seni melengkapi lingkungan belajar yang kondusif. Ke depan, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi ruang pendidikan terpadu dengan koridor hijau dan akses langsung ke masjid.

