Usai acara, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa fasilitas teknologi yang telah tersedia, seperti Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP), merupakan terobosan penting dalam pembelajaran mendalam atau deep learning. “Saya melihat langsung proses belajar dengan IFP, di mana siswa bisa lebih aktif dan termotivasi. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar setiap sekolah minimal memiliki satu perangkat IFP untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menambahkan bahwa sekolah ini akan menjadi salah satu referensi untuk pengembangan sekolah unggul non-asrama di setiap kecamatan. “Presiden menargetkan revitalisasi satuan pendidikan berjalan masif. Tahun ini ada 15.850 sekolah yang direvitalisasi, naik lebih dari 30 persen dari target awal. Semoga inspirasi dari Samarinda bisa kami kembangkan di daerah lain,” ucapnya.
Peresmian sekolah terpadu ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu. “Dengan dukungan sarana pendidikan modern dan semangat kebersamaan, Samarinda siap melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global,” tutup Menteri Mu’ti. (tim)

