Karya tersebut menjadi koleksi pertama yang secara resmi dihibahkan sebagai langkah awal menuju berdirinya Museum Kartun Indonesia, yang diinisiasi oleh PAKARTI. “Hibah ini adalah simbol kesungguhan kami, para kartunis Indonesia, untuk mewujudkan museum yang akan menjadi rumah bagi sejarah dan perkembangan kartun nasional,” ujar Mayor Haristanto.
Samsul Siregar menyambut baik hibah tersebut. “Pemkot Semarang sangat mendukung lahirnya Museum Kartun Indonesia. Penyerahan karya ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara seniman dan pemerintah dalam melestarikan kebudayaan visual bangsa,” tegasnya
Kartun Bahasa Budaya Universal
Dalam sambutannya, Bapak Samuel Wattimena menegaskan pentingnya peran kartun sebagai medium budaya yang menyatukan keberagaman.
“Kartun adalah bahasa yang universal—menyampaikan humor, kritik, dan empati dalam satu gambar. Melalui Semarang CartoonFest, kita belajar tertawa bersama, sekaligus memahami kemanusiaan,” ujarnya.
Beliau juga menilai bahwa upaya pendirian Museum Kartun Indonesia akan menjadi warisan penting bagi bangsa.
