IPOL.ID – Pendaftaran bantuan riset kolaboratif Lembaga Pengelola Dana Pendidikan-Kementerian Agama (LPDP-Kemenag) yang diberi nama MoRA The Air Fund, dibuka mulai hari ini Oktober 2025.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori saat Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025).
Hadir, Ketua Tim Kerja Kerja sama Kelembagaan dan Riset Hendro Dwi Antoro, Pimpinan UIN Yogyakarta, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Muchammad Shodiq, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua Program Studi dan para dosen.
Ada empat fokus riset MoRA The Air Fund, yaitu: bidang sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, bidang kebijakan agama dan keagamaan. Setiap bidang disiapkan nilai anggaran maksimal Rp500 juta. Selain itu, ada bidang sains dan teknologi dengan anggaran maksimal Rp2 miliar.
Sejak 2024, LPDP memberikan amanah Rp50 miliar per tahun kepada Kemenag sebagai anggaran bantuan riset. Anggaran ini untuk dimanfaatkan para dosen yang diberi nama Riset Indonesia Bangkit MoRA The Air Fund. Anggaran yang sama juga telah dialokasikan untuk 2026.
