IPOL.ID – Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang bagi Ida Mujtahidah untuk bermimpi dan melangkah jauh. Alumni penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini membuktikan bahwa tekad, dukungan keluarga, dan akses pendidikan yang inklusif mampu membuka jalan prestasi seluas-luasnya.
Ida Mujtahidaha, atau yang akrab disapa Aida, merupakan lulusan Magister Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan capaian istimewa. Ia tercatat sebagai mahasiswa tercepat menyelesaikan studi di angkatannya, meraih IPK cumlaude, sekaligus menorehkan prestasi dengan tesis yang dinobatkan sebagai tesis terbaik program studi.
Lebih dari sekadar prestasi akademik, kisah Aida adalah cerita tentang keberanian menghadapi keterbatasan, keteguhan dalam memperjuangkan kemandirian, dan komitmen memperluas makna inklusivitas—khususnya bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Tumbuh di Lingkungan Pesantren
Aida lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur, di lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia pendidikan dan pesantren. Orang tuanya mengelola sebuah yayasan pondok pesantren. Sang ayah merupakan dosen di perguruan tinggi, sementara ibunya berprofesi sebagai guru.
