Alih-alih mengejar karier di kota besar, Aida memilih kembali ke Jombang. Ia aktif membantu yayasan keluarga, YPI Miftahul Ulum, khususnya di bidang penelitian dan pengembangan. Istimewanya, yayasan tersebut juga memiliki beberapa siswa dengan disabilitas.
Selain itu, Aida menjadi peneliti independen di Jaringan Periset Disabilitas, terlibat dalam berbagai riset dan advokasi terkait isu disabilitas di Indonesia. Ia juga bergabung dengan sejumlah organisasi dan komunitas, seperti Ikatan Sarjana NU dan komunitas advokasi disabilitas lainnya.
Kegemarannya menulis membawanya terlibat dalam proyek penulisan buku serta menjadi editor sastra pesantren. Hingga kini, ia telah berkontribusi dalam penerbitan beberapa buku.
Menggaungkan Disability Awareness
Salah satu fokus Aida saat ini adalah meningkatkan disability awareness di lingkungan pondok pesantren. Ia melihat masih minimnya pemahaman tentang disabilitas di lembaga-lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
“Tahun lalu saya menjadi panelis di Simposium Pondok Pesantren Indonesia dan membawakan isu disabilitas. Itu akan terus saya gaungkan,” ujarnya.

